Kanker Mulut Rahim

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sedangkan, Kanker leher rahim (serviks) merupakan kanker yang banyak menyerang perempuan. Sel-sel tubuh normal, tumbuh membelah diri dan berhenti tumbuh sesuai siklus hidup sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh ini juga akan mati seiring berjalannya waktu. Tidak seperti sel-sel normal, sel kanker terus tumbuh dan membelah diri di luar kendali dan tidak mati seperti sel-sel tubuh lainnya. Sel-sel kanker biasanya berkelompok atau mengumpul untuk membentuk tumor. Sebuah tumor tumbuh menjadi gumpalan sel-sel kanker yang dapat menghancurkan sel-sel normal di sekitarnya dan merusak jaringan tubuh yang sehat. Hal inilah yang membuat seseorang sakit. Saat ini kanker serviks menduduki urutan ke dua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara sedang berkembang. Dari data Badan Kesehatan Dunia (WHO), diketahui terdapat 493.243 jiwa per tahun penderita kanker serviks baru di dunia dengan angka kematian karena kanker ini sebanyak 273.505 jiwa per tahun (Emilia, 2010).
Faktor resiko kanker leher rahim :
  • Kontak seksual terlalu dini kurang dari umur 15 tahun.
  • Berhubungan seksual dengan banyak pasangan atau mempunyai pasangan yang suka berganti-ganti pasangan.
  • Kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor resiko kanker leher rahim. Dari berbagai penelitian di negara - negara maju telah di temukan bahan konstituen rokok di dalam sel - sel epitel leher rahim.
  • Faktor Genetik (faktor keturunan) sangat berperan pada seseorang bisa mengalami kanker jenis ini atau tidak. Jika ibu Anda atau saudara perempuan dari pihak ibu atau ayah menderita kanker leher rahim, maka Anda mempunyai resiko dua kali lebih banyak menderita penyakit yang sama.
  • Sistem imun yang menurun juga dapat meningkatkan terjadinya kanker karena kebanyakan wanita yang terinfeksi HPV tidak terkena kanker serviks. Namun, jika seseorang tekena infeksi HPV dan sistem imunnya menurun akibat keadaan medis lainnya, maka kecenderungan untuk berkembangnya kanker serviks semakin besar.
  • Pencucian vagina dengan antiseptik atau deodoran yang terlalu sering.
  • Diet tinggi lemak
  • Kekurangan vitamin C, asam folat, dan beta karoten.
  • Personal hygiene yang kurang
  • Grande multi para, wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau lebih dan biasanya mengalami penyulit dalam kehamilan dan persalinan (Manuaba,2008).
Resiko terjadinya kanker serviks dapat dilakukan dengan menghindari infeksi HPV. HPV menyebar melalui kontak kulit dengan bagian badan yang terinfeksi, tidak hanya dengan hubungan seks. Menggunakan kondom setiap melakukan hubungan dapat mengurangi resiko terkena infeksi HPV. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Sebagai tambahan dari penggunaan kondom, cara terbaik untuk mencegah kanker serviks yaitu :
  • Menghindari hubungan seks pada usia muda.
  • Memiliki partner seks tunggal
  • Menghindari merokok
Makanan yang dianjurkan
  • Pilihlah susu yang rendah kadar lemaknya atau susu tanpa lemak dan juga kurangi pemakaian mentega.
  • Makanlah makanan anti-kanker yang mengandung vitamin A dan C
  • Makanan yang berwarna kuning-oranye juga baik untuk kanker karena mengandung vitamin A dan C
  • Konsumsi teh hijau tanpa gula juga sangat baik untuk penderita kanker.
  • Jus Apel Wortel.
  • Jus Terong Belanda
  • Jus Mentimun Brokoli
  • Jus Beverage(Buah Bit, Daun Bayam, Brokoli, Wortel)
  • Jus Lettuce Pakcoy Mentimun
  • Light Green Juice (Buah Kiwi dan Melon)
  • Avocado Coffee Juice (Buah Alpukat, Lengkeng dan Sirup Kopi)
  • Jus Anggur Hijau
  • Jus Wortel Istimewa (Wortel, Tomat, Jus Jeruk, Air Jeruk Lemon)
  • Jus Bit
  • Jus Stroberi
  • Punch Sirsak Jambu (Buah Sirsak, Jambu Biji Merah, Jus Mangga, Yogurt Plain, Sirup Grenadine)
Makanan yang dibatasi
  • Seafood seperti udang, kerang, kepiting, cumi mengandung kandungan lemak tinggi.
Makanan yang dihindari
  • Lemak daging Sapi, Kerbau, Kambing, Babi memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal.
  • Ikan asin yang diolah dari bahan tidak segar mengalami penguraian sehingga menjadi bahan allergen yang mengundang reaksi imunitas tubuh
  • Daging unggas. Biasanya untuk memacu pertumbuhan ternak atau unggas digunakan obat-obatan kimia termasuk hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh hewan, sehingga bobot ternak atau unggas cepat meningkat
  • Makanan yang diawetkan dan dibakar
  • Makanan yang diawetkan mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogenaktif.